BAB VII
TINJAUAN TEORI
ANEMIA DALAM NIFAS
I. PENGERTIAN
Adalah suatu keadaan dimana seseorang ibu sehabis melahirkan sampai dengan kira-kira 5 minggu dalam kondisi pucat, lemah dan kurang bertenaga.
II. ETIOLOGI
- § Adanya perdarahan sewaktu / sehabis melahirkan.
- § Adanya anemia sejak dalam kehamilan yang disebabkan oleh factor nutrisi
dan hopervolemi.
- § Adanya gangguan pembekuan darah.
- § Kurangnya intake zat besi ke dalam tubuh.
- III. PATOFISIOLOGI
ª Perdarahan sehingga kekurangan banyak unsur zat besi.
ª Kebutuhan zat besi meningkat, dengan adanya perdarahan, gemeli,
multiparitas, makin tuanya kehamilan.
ªAbsorbsi tidak normal / saluran cerna terganggu, missal defisiensi vitamin C
sehingga absorbsi Fe terganggu.
ª Intak kurang misalnya kualitas menu jelek atau muntah terus.
- IV. GAMBARAN KLINIS
© Anemia ringan, Hb : 8 – 10gr%
© Anemia sedang Hb : 6 – 8 gr%
© Anemia berat Hb : Kurang dari 6 gr%
- V. DIAGNOSIS
- · Perdarahan karena kontraksi otot uterus yang kurang baik.
- · Bisa terjadi infeksi puerpuralis.
- · Bisa terjadi sesak nafas, karena O2 berkurang yang masuk kedalam
peredaran darah.
- VI. PENANGANAN
- · Pada anemi ringan, bisa diberikan sulfas ferosis 3 x 100 mg/hari dikombinasi dengan asam folat / B12 : 15 –30 mg/hari.
- Pemberian vitamin C untuk membantu penyerapan.
- Bila anemi berat dengan Hb kurang dari 6 gr % perlu tranfusi disamping obat-obatan diatas dan bila tidak ada perbaikan cari penyebabnya.
DAFTAR PUSTAKA :
- BUKU ILMU KEBIDANAN PATOLOGI UNPAD BANDUNG
- BUKU ILMU KEBIDANAN YAYASAN BINA PUSTAKA SARWONO PRAWIROHARDJO, JAKARTA 1992
- MAJALAH BIDAN EDISI NO, 48 / 2001 50 TAHUN IBI.
DETEKSI DINI NIFAS
Semua ibu memerlukan pengamatan yang cermat dan penilaian awal pasca salin. Proses penatalaksanaan kebidanan selalu dipakai untuk:
- Mendeteksi komplikasi dan perlunya rujukan
- Memberikan konseling untuk ibu dan keluarga mengenai cara pencegahan perdarahan, mengenali tanda-tanda bahaya, menjaga gizi yang baik, serta mempraktekkan kebersihan yang aman
- Memfasilitasi hubungan dan ikatan batin ibu dan bayi
- Memulai dan mendorong pemberian ASI
2-6 Jam Pertama
Sebelum ibu dipulangkan, bidan harus mengumpulkan data untuk memastikan keadaan ibu sudah stabil. Komponen pemeriksaan fisik dan penilaian:
- Keadaan umum : bagaimana perasaan ibu
- Tanda-tanda vital
- Fundus uteri
- Lokia
- Kandung kemih
| Parameter | Penemuan Normal | Penemuan Abnormal |
| Keadaan umum | Letih | Terlalu letih, lemah |
| Tanda-tanda vital | TD : <140/90 mmHg; mungkin bisa naik dari tingkat disaat persalinan 1-3 hari pasca persalinanSuhu : < 380CNadi : > 100 x/menit | TD : >140/90 mmHg;Suhu : > 380CNadi : > 100 x/menit |
| Fundus uteri |
|
|
| Lokia |
|
|
| Kandung kemih | Bisa buang air | Tak bisa buang air |
Langkah Selanjutnya Mengevaluasi data dan membuat diagnosa:
Berdasarkan data yang terkumpul, bidan memutuskan apakah ibu normal atau tidak normal, jika semua parameter diatas termasuk dalam temuan normal, maka diagnosanya adalah pasca salin berjalan normal.
6-8 Jam setelah persalinan
- Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
- Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan, rujuk bila perdarahan berlanjut
- Memberikan konseling pada ibu /keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri
- Pemberian ASI awal
- Melakukan hubungan antara ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama, atau sampai ibu dan bayi stabil.
Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus tinggal dengan ibu dan bayi baru lahir untuk 2 jam pertama, atau sampai ibu dan bayi stabil.
6 hari setelah persalinan
- Memastikan involusi uterus berjalan normal:
- uterus berkontraksi
- fundus dibawah umbilicus
- tidak ada perdarahan abnormal
- tidak ada bau
- Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi atau perdarahan abnormal
- Memastikan ibu cukup makanan, cairan dan istirahat
- Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit
- Memberikan konseling pada ibu mengenai:
- asuhan pada bayi
- perawatan tali pusat
- menjaga bayi tetap hangat
- perawatan bayi sehari-hari
2 minggu setelah persalinan
Penatalaksanaanya sama dengan saat kunjungan 6 hari setelah persalinan
6 minggu setelah persalinan
- Menanyakan pada ibu tentang penyulit yang ibu dan bayi alami
- Memberikan konseling KB secara dini
- Hubungan seksual.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS
NO. REGISTER : ………………………..
Tgl. / JamMasuk : ………………………..
- I. PENGKAJIAN
Tanggal : Jam : ………………
- A. IDENTITAS / BIODATA
Nama Ibu : ………………… Nama Suami : …………….
Umur : ………………… Umur : …………….
Suku / Kebangsaan : ………………… Suku / Kebangsaan : …………….
Agama : ………………… Agama : …………….
Pendidikan : ………………… Pendidikan : …………….
Pekerjaan : ………………… Pekerjaan : …………….
Alamat Rumah : ………………… Alamat Rumah : …………….
………………… …………….
Telp : ………………… Telp : …………….
Alamat Kantor : ………………… Alamat Kantor : …………….
- B. ANAMNESA ( DATA SUBYEKTIF )
Pada tanggal : ……………………….. Pukul : …………….
- 1. Keluhan sekarang : ……………………………………………………
- 2. Riwayat Persalinan
- Tempat melahirkan : ……………… Ditolong oleh : ……………
Ibu.
- Jenis persalinan : □ Spontan, belakang kepala
- Melahirkan anak ke : □ Pertama
□ Lain – lain
- Komplikasi : Kala I
Kala II
Kala III
Kala IV
- Placenta : □ Spontan / Dilahirkan dengan tangan
□ Lengkap / Tidak lengkap
- Perineum : □ Utuh
□ Robekan tingkat …………………
□ Episiotomi ………………….
- Perdarahan Total : ………. cc
- Tindakan lain :
□ Infus cairan □ Tranfusi golongan darah
Bayi
- Lahir : …………….. Pukul : …………..
- BB : ……….gr PB : …….cm Nilai Apgar : ………
- Jenis kelamin : ……………….
- Cacat bawaan : ……………….
- 3. Pola Kebutuhan Sehari – Hari
- Ambulasi : sendiri / dengan bantuan
- Keluhan : ada ……………………………… / tidak
- Napsu makan : ……..x/hari Keluhan : …..
- Eliminasi : BAK sudah / belum Keluhan : …..
BAB sudah / belum Keluhan : …..
- 4. Data Psikososial
- Keadaan emosional : senang / sedih / ……………..
- Pengalaman menyusui : pernah / tidak pernah
- Pendapat ibu tentang bayinya : …………………………………
- Pengalaman ibu waktu melahirkan : …………………………………
- Keluhan lain : …………………………………
- C. Pemeriksaan Fisik
- Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : …………………………………………………….
Keadaan Emosional : …………………………………………………….
Tanda Vital
Tekanan Darah : …………………mmHg
Denyut Nadi : …………………x / menit
Pernafasan : ………………… x / menit
Suhu tubuh : ………………… ◦C
Tinggi badan : …………………. Berat badan : ……..
- Pemeriksaan Khusus
Muka : Kelopak mata : ……………………………………
Konjungtiva : ……………………………………
Sklera : ……………………………………
Mulut dan Gigi : lidah dan geraham : ……………
Gigi : …………………..
Leher : Kelenjar thyroid: pembesaran kelenjar : ……….
Kelenjar getah bening: pembesaran : ………..
Dada :
Jantung : …………………………………………….
Paru : ……………………………………………..
Uterus
- Tinggi fundus uterus : …………………………………………….
- Kontraksi uterus : …………………………………………….
- Konsistensi uterus : …………………………………………….
- Posisi uterus : ………………………………………….
Payudara :
Putting susu : …………………………………………….
Simetris : …………………………………………….
Benjolan : …………………………………………….
Pengeluaran : …………………………………………….
Rasa nyeri : …………………………………………….
Lain – lain : …………………………………………….
Punggung dan pinggang :
Posisi tulang belakang : ……………………………………
Pinggang ( nyeri ketuk ) : ……………………………………
Ekstremitas atas dan bawah : Oedema
Kekakuan otot dan sendi : ……………………………………
Kemerahan : ……………………………………
Varises : ……………………………………
Refleks : ……………………………………
Ano – Genital ( inspeksi ) : …………………………………………….
Perineum : bekas luka jahitan : … kebersihan : ………
Kandung kemih : ……………………………………………
Vulva vagina : warna : ……. .. Luka : ………
Fistula : ……… Varises : ……
Pengeluaran lochea / warna / konsistensi / bau : ……………………
Kelenjar Bartholini : Pembengkakan : …… Konsistensi : ……..
Anus : Hemoroid : ……………………………….
- D. UJI DIAGNOSIS
1. Laboratorium
Darah :………………………………………………………………
Urine :……………………………………………………………….
Feses :………………………………………………………………
2. Rontgen :……………………………………………….
3. USG :……………………………………………….
4. Terapi yang diberikan :……………………………………………….
- II. INTERPRETASI DATA
Identifikasi diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
- III. ANTISIPASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL
Mengidentifikasi diagnosa dan masalah potensial sesuai dengan diagnosa dan masalah yang sudah diidentifikasi.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASI
Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsulkan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan lain sesuai dengan kondisi klien.
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- V. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH
Menyusun rencana yang menyeluruh dengan rasional, meliputi :
- Terapi dan asuhan
- Pendidikan kesehatan
- Konseling
- Kolaborasi ( bila diperlukan )
- Rujukan ( bila diperlukan )
- Tindak lanjut
- VI. PELAKSANAAN
Melaksanakan rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah V
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
- VII. EVALUASI
Dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan
LATIHAN

