ANTENATAL CARE


Keluhan yang sering muncul dalam kehamilan dapat dikurangi dengan penyuluhan kesehatan dan bila sangat diperlukan dapat diberikan terapi.


Keluhan subjektif :



  • rasa lesu
  • mengantuk
  • nyeri kepala

Keadaan ini disebabkan oleh vasodilator perifer pada kehamilan muda sehingga menyebabkan hipotensi


Mual dan muntah



  • Terutama di pagi hari
  • Disebabkan oleh tingginya kadar estrogen dan atau hCG
  • Kasus ringan dapat diatasi dengan makan sedikit tapi sering , menghindari makanan berlemak, pedas dan asam

Konstipasi :



  • Terutama akibat efek relaksasi otot polos progesteron
  • Absorbsi air di usus meningkat


Ptialismus


Hipersalivasi berlebihan dapat diatasi dengan pemberian extractum belladona 8 – 15 mg 4 dd 1.



Pica



  • Dapat mengganggu status gizi.
  • Diatasi dengan penjelasan yang memadai mengenai arti penting dan manfaat nutrisi yang baik selama kehamilan


Gangguan miksi



  • Bendungan vaskular pada vesika urinaria dan adanya perubahan hormon dapat merubah fungsi vesica urinaria.
  • Pada kehamilan lanjut, akibat pembesaran uterus dan tekanan bagian terendah janin yang menyebabkan penurunan kapasitas vesika urinaria dapat menyebabkan keluhan miksi semakin bertambah.
  • Disuria dan hematuria merupakan tanda adanya infeksi sehingga diperlukan tindakan diagnostik lebih lanjut dan pemberian terapi.

Varices


Varises dapat muncul ditungkai atau vulva , terjadi akibat aliran balik vena yang terganggu oleh uterus yang membesar. Dapat diatasi dengan penggunaan “stockings” elastis dan meninggikan tungkai saat istirahat.


Terapi spesifik ( injeksi atau pembedahan) pada varises adalah merupakan kontraindikasi selama kehamilan. Varises superfisial dapat merupakan tanda adanya penyakit vena dan harus dievaluasi untuk mencegah kemungkinan trombosis.


Oedema



  • Edema generalisata yang meliputi tangan dan muka dapat merupakan tanda terjadinya preeklampsia – eklampsia.
  • Edema saat kehamilan merupakan akibat dari retensi cairan dibawa pengaruh hormon ovarium-plasenta dan steroid.
  • Pengangkatan tungkai dan ibu dalam keadaan miring dapat memperbaiki sirkulasi.
  • Pemberian diuretik merupakan kontraindikasi selama kehamilan.



Nyeri sendi , nyeri panggul dan tekanan panggul



  • Ibu hamil sering mengeluh adanya “unstable pelvis” yang menimbulkan rasa nyeri. Penggunaan korset sekitar paha dan istirahat dapat mengurangi rasa nyeri tersebut.
  • Nyeri punggung terutama saat berbaring disebabkan oleh ketegangan otot punggung yang mengalami kontraksi terus menerus selama pasien berdiri untuk mempertahankan keseimbangan dan posisi tubuh akibat perut yang membesar.
  • Bantal punggung hangat dan menggosok punggung dapat mengurangi keluhan tersebut.

Kejang tungkai bawah



  • Kejang pada tungkai dapat disebabkan oleh kadar kalsium yang rendah atau kenaikan kadar fosfor.
  • Terapi : suplemen yang mengandung calcium phosphate, calcium carbonat atau calcium lactat.
  • Aluminium hidroksida 8 ml 3 dd 1 sebelum makan dapat memperbaiki absorbsi fosfat dan calcium.
  • Terapi simptomatik: masase, terapi panas lokal dan menggerakkan tungkai secara pasif.



Tangan dirasa ketat dan kebas



  • Acrodyesthesia dikeluhkan oleh 5% wanita hamil. Penyebab keadaan ini adalah sindroma “plexus brachialis traction” . Keluhan dirasakan saat pagi dan malam hari sebagai suatu anestesia parsial dan ganggguan propriosepsi manual.
  • Keluhan dapat juga disebabkan oleh sindroma carpal-tunnel.

Tangan




Keputihan :


Sekresi berlebihan dari lendir servik dan peningkatan vaskularitas vagina menyebabkan pengeluaran cairan keputihan dari vagina selama kehamilan. Hal ini tidak perlu dipermasalahkan dan dapat diatasi dengan senantiasa menjaga kebersihan ( mencuci vulva setelah buang air kecil, menjaga agar kelembaban vulva tidak menjadi semakin bertambah )


Komplikasi yang sering terjadi adalah infeksi dengan candida albican. Hal ini dipermudah dengan meningkatnya kelembaban dan suhu genitalia ibu hamil serta meningkatnya glikogen vagina sehingga baik bagi pertumbuhan jamur. Keluhan utama berupa keluarnya cairan vagina berlebihan disertai rasa gatal dan pedih. Pada kasus ini harus dilakukan pemeriksaan hapusan vagina.


Infeksi dengan trichomonas vaginalis juga sering terjadi.


Selama kehamilan juga sering terjadi vaginosis bakterial dan kejadian ini sering berkaitan dengan persalinan preterm.


Terapi candidiasis dan trichomoniasis adalah dengan clotrimazole intravagina. Meskipun tidak mengatasi infeksi pada kehamilan tetapi terapi dapat meringankan gejala dan menurunkan kemungkinan infeksi pada janin.





MASALAH KHUSUS DALAM KEHAMILAN



Masalah khusus selama kehamilan


Hubungan Seksual



  • Pada dasarnya hubungan seksual selama kehamilan dapat dilakukan kecuali bila rjadi keadaan yang patologis.
  • Hubungan seksual sebaiknya dilakukan dengan hati-hati terutama pada kehamilan 32 – 36 minggu untuk menghindari terjadinya persalinan preterm .
  • Hubungan seksual selama kehamilan sebaiknya dibatasi atau tidak diperkenankan pada kasus :



    1. Abortus iminen
    2. Riwayat persalinan prematur
    3. Ketuban pecah dini




“Berendam dan berenang”


Merendam tubuh dalam air biasanya tidak akan menyebabkan masuknya air kedalam vagina. Berenang boleh dilakukan selama kehamilan.


Pada kehamilan trimester akhir, terdapat gangguan keseimbangan tubuh ibu sehingga harus hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan saat mandi di “shower” atau di kamar mandi.




“Douching”


Tidak perlu dilakukan selama kehamilan dan merupakan tindakan yang membahayakan bagi kesehatan ibu dan kehamilannya .





Perawatan gigi


Selama kehamilan sering terjadi hipertrofi dan perdarahan gusi. Prosedur dental umum dengan atau tanpa anestesi lokal (proses tumpatan pada gigi) dapat dilakukan setiap saat dalam kehamilan.


Prosedur dental yang memakan waktu lama (pembedahan minor pada pengangkatan gigi molar III) sebaiknya ditunda sampai trimester II


Antibiotika dan analgesia dapat diberikan untuk terapi abses gigi .






Imunisasi


Vaksinasi dengan virus hidup harus dihindarkan selama kehamilan.


American College Of Obstetrician and Gynecology memberikan rekomendasi pemberian imunisasi toksoid difteri dan tetanus selama kehamilan bila terdapat resiko terpapar pada penyakit yang bersangkutan.


Pada pasien resiko tinggi dapat diberikan vaksinasi Hepatitis B.


Vaksin campak, varicella , rubela dan parotitis diberikan 3 bulan sebelum kehamilan.


Pemberian imunoglobulin diberikan pada pasien hamil yang terpapar dengan campak, hepatitis A dan B, tetanus, varicella atau rabies.


Pakaian


Pada kehamilan lanjut sebaiknya dikenakan pakaian hamil konvensional yang longgar dan penutup dada dengan ukuran yang tepat. Korset khusus untuk kehamilan jarang diperlukan kecuali untuk mengatasi rasa nyeri punggung dan kekendoran dinding abdomen yang terlampau hebat.


Wanita hamil sebaiknya mengenakan sepatu beralas rata dan bukan bertumit tinggi.




Olahraga


Wanita hamil boleh melakukan aktivitas olah raga sedang, namun harus diimbangi dengan istirahat 1 – 2 jam disiang hari.


Olah raga berbahaya atau olah raga berat harus dihindarkan selama kehamilan.


Senam aerobik yang diikuti sebaiknya yang diperuntukkan bagi wanita hamil.


Target nadi harus sesuai dengan usia dan berat badan. Perhatikan keamanan persendian saat melakukan olah raga.




Pekerjaan


Wanita hamil harus diberi kesempatan untuk melanjutkan kegiatan profesinya selama kehamilan dengan catatan bahwa kegiatan profesi tersebut tidak membahayakan bagi proses kehamilannya. Pekerjaan yang memerlukan kegiatan fisik berlebihan harus dinilai oleh ahli obstetri atau ahli kesehatan kerja secara cermat.


Kegiatan fisik ibu hamil berlebihan dapat meningkatkan kebutuhan oksigen dan cadangan jantung yang menyebabkan berkurangnya aliran uteroplasenta.




“Travelling”


Berpergian jauh dengan mobil, kereta api atau pesawat terbang pada umumnya tidak mengganggu kehamilan


Wanita hamil sebaiknya menghindari berpergian jauh dan memakan waktu lama, terutama pada pasien dengan riwayat abortus, persalinan preterm, dan perdarahan pervaginam.





NUTRISI DALAM KEHAMILAN





Nutrisi ibu sejak konsepsi adalah faktor penting dalam perkembangan metabolisme janin dan kesehatan janin selanjutnya.


Ibu hamil diminta untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang dan dapat memenuhi kebutuhan zat besi, asam folat, kalsium dan zink.


Kebutuhan kalori wanita dengan berat badan 58 kg ± 2300 kcal per hari; dalam keadaan hamil kebutuhan tambahan adalah 300 kcal perhari dan saat menyusui 500 kcal perhari (perhatikan tabel dibawah)



piramid


Peningkatan Berat Badan


American College Of Obstetricians and Gynecologist menyarankan peningkatan berat badan sebesar 11.5 – 16 kg pada kehamilan tunggal.


Wanita hamil obese atau yang kenaikan berat badannya selama kehamilan sangat besar, memiliki resiko melahirkan janin makrosomik ; wanita hamil yang berat badannya kurang atau kenaikan berat badannya selama kehamilan sangat kurang, memiliki resiko untuk melahirkan janin SGA (small-for-gestational age).





Komponen berat badan ibu :


Janin = 3500 gram


Plasenta-cairan amnion dan uterus = 650 – 900 gram


Cairan interstisiil dan darah = masing-masing sebesar 1200 – 1800 gram


Payudara = 400 gram


Lemak ibu = 1640 gram






KEBUTUHAN NUTRISI









bagan


A. Protein


Kebutuhan protein pada paruh kedua kehamilan 1 gram/Kg + 20 gram perhari ( total kebutuhan perhati ± 80 gram )


Protein terutama diperlukan untuk pertumbuhan janin




B. Kalsium


Asupan kalsium pada bulan-bulan terakhir kehamilan dan masa laktasi ditambah sebesar 1.5 gram perhari.


Kekurangan kalsium akan menyebabkan demineralisasi tulang ibu.




C. Zat besi


Pada wanita hamil dan laktasi disarankan penambahan asupan zat besi sebesar 30 – 60 mg perhari.


Selama kehamilan, diperkirakan 300 – 500 mg zat besi yang diberikan pada janin.




D. Vitamin & Mineral


Preparat Vitamin & Mineral diberikan bukan sebagai pengganti asupan makanan yang normal.


Asam folat berguna untuk mengurangi kejadian NTD’s dan diberikan dengan dosis 4 mg perhari pada ibu dengan riwayat melahirkan anak dengan NTD’s 3 bulan sebelum kehamilan dan dilanjutkan sampai sekurang-kurangnya kehamilan 12 minggu.


Pada kehamilan normal, asam folat diberikan dengan dosis 0.4 mg perhari


Pada pasien vegetarian dan penderita anemia megaloblastik diperlukan suplemen Vitamin B12.


Diet rendah garam


Makanan yang mengandung sedikit natrium tidak membahayakan kehamilan.


Diet rendah garam merupakan hal yang harus dihindari oleh karena dapat membahayakan ibu hamil.


Tidak ada bukti bahwa kenaikan berat badan yang terlalu cepat pada preeklampsia dapat dikendalikan dengan diet rendah garam.








Jadwal baku kunjungan antenatal secara tradisional adalah :




  • Tiap 4 minggu dari kehamilan 0 – 32 minggu
  • Tiap 2 minggu pada kehamilan 32 – 36 minggu
  • Tiap minggu selama kehamilan 36 minggu sampai aterm

Pada setiap kunjungan antenatal dilakukan pemeriksaan baku berupa:



  1. Berat badan
  2. Pengukuran Tekanan darah
  3. Pengukuran tinggi Fundus Uteri
  4. Menghitung frekuensi dan pola detik jantung janin
  5. Pemeriksaan presentasi dan posisi janin
  6. Pemeriksaan kadar haemoglobin
  7. Pemeriksaan Glukosa
  8. Pemeriksaan Protein urine

Perawatan antenatal sekurang-kurangnya dilakukan sebanyak 4 kali :



  • Pertama kali pada kehamilan muda
  • Kedua sekitar kehamilan 28 minggu
  • Ketiga sekitar kehamilan 32 minggu
  • Kempat sekitar kehamilan aterm


KESEHATAN IBU ADALAH CERMINAN KESEHATAN JANIN


Dalam obstetri modern, kesehatan janin ditentukan berdasarkan pengamatan dan pemeriksaan secara langsung terhadap janin, namun dalam menentukan status kesehatan janin , kesehatan ibu tidak boleh diabaikan.


Kesehatan maternal adalah hal yang sangat penting bagi perkembangan janin dan harus memperoleh perhatian yang memadai selama kehamilan.



Berat Badan ibu


Berat badan sebelum kehamilan serta pertambahan berat badan selama kehamilan perlu dalam perkembangan janin.


Kenaikan berat badan selama kehamilan berkisar 11 – 12 kg.


Kenaikan berat badan yang tidak memadai merupakan cerminan dari defisit nutrisi, gangguan kesehatan atau kadar hormon tubuh yang tidak sepadan dengan proses anabolisme.


Kenaikan berat badan dan penambahan tinggi fundus uteri harus diamati secara ketat selama kehamilan.



Tekanan Darah


Tekanan darah mencerminkan keadaan sirkulasi maternal dan tekanan perfusi darah ke jaringan tubuh . Dalam keadaan normal MAP-Mean Arterial Pressure pada trimester II sedikit lebih rendah dari nilai sebelum kehamilan atau awal kehamilan.


MAP = Tekanan Diastolik + 1/3 (Tekanan Sistolik – Tekanan Diastolik )


Pada trimester III, tekanan darah pada posisi telentang yang lebih tinggi dibandingkan posisi miring merupakan pertanda adanya ancaman akan terjadinya penyakit hipertensi. Dalam keadaan normal, pada posisi telentang tekanan darah justru lebih rendah dibandingkan posisi miring kekiri.


Tinggi fundus uteri


Jarak fundus uteri diukur dengan pita pengukur (dari tepi atas simfisis sampai puncak fundus uteri ) .


Perkiraan tinggi fundus uteri diperiksa melalui palpasi abdomen (Leopold I).


Detik jantung janin


Detik Jantung Janin dapat didengarkan dengan Doppler.


Pemeriksaan DJJ meliputi frekuensi, akselerasi atau deselerasi atau keteraturan dengan menggunakan alat kardiotokografi atau diperkirakan secara tradisional dengan menggunakan fetoskop ( dihitung sebanyak 3 kali dalam jangka waktu 5 detik dan jeda selama 5 detik di kalikan 4 )


Pemeriksaan presentasi dan posisi janin


Pasien diminta mengosongkan kandung kemih dan kemudian diminta untuk berbaring telentang dengan lutut semifleksi.


Dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen dengan tehnik LEOPOLD





PEMERIKSAAN ABDOMEN



Palpasi abdomen merupakan bagian penting dalam pemeriksaan antenatal. Ini adalah langkah paling mudah dan murah untuk menentukan adanya hambatan pertumbuhan janin, pertumbuhan berlebihan pada kasus hidramnion atau kehamilan kembar.



BATASAN LETAK JANIN



Letak : Hubungan antara sumbu panjang ibu dengan sumbu panjang janin


Misal : Letak lintang , letak memanjang , letak oblique


Sikap : Fleksi atau defleksi ( dalam keadaan normal semua persendian janin intrauterin dalam keadaan fleksi )









presentasi


letak


Presentasi : Bagian terendah janin ( presentasi kepala , presentasi sungsang )


Posisi : Orientasi dari bagian janin (denominator) dengan panggul ibu


Ubun kecil kiri depan , sacrum kiri melintang , dagu kanan depan dsb nya


Denominator :



  • Ubun ubun kecil pada presentasi belakang kepala
  • Sacrum pada presentasi sungsang
  • Dagu pada presentasi muka



Untuk kepentingan deskripsi posisi bagian terendah janin dalam panggul maka panggul dibagi menjadi 8 bagian :




kepala


LEOPOLD I






L 1


Leopold I


Pemeriksan berdiri dikanan dan menghadap ke arah muka pasien


Kedua telapak tangan ditempatkan pada fundus uteri


Ditentukan tinggi fundus uteri dan ditentukan bagian janin yang berada di fundus uteri





LEOPOLD II



L 2


Leopold II


Pemeriksa berdiri dikanan dan menghadap ke arah muka pasien


Kedua telapak tangan ditempatkan pada sisi kiri dan kanan uterus setinggi umbilikus


Ditentukan lokasi bagian punggung janin dan bagian-bagian kecil janin




LEOPOLD III



L 3


Leopold III


Pemeriksaan ini dilakukan dengan perlahan oleh karena dapat menyebabkan perasaan tak nyaman bagi pasien


Pemeriksan berdiri dikanan dan menghadap ke arah muka pasien , Bagian terendah janin dipegang diantara ibu jari dan telunjuk tangan kanan.


Ditentukan apa yang menjadi bagian terendah janin dan apakah sudah mengalami engagemen atau belum





LEOPOLD IV



L 4


Leopold IV


Pemeriksan berdiri dikanan dan menghadap ke arah kaki pasien.


Kedua telapak tangan ditempatkan disisi kiri dan kanan bagian terendah janin.


Digunakan untuk menentukan sampai berapa jauh derajat desensus janin .




PALPASI ABDOMEN PERLIMAAN UNTUK MENENTUKAN DERAJAT DESENSUS



derajat


Derajat desensus yang diperiksa melalui palpasi abdomen


Pada pemeriksaan palpasi abdomen , seorang pemeriksa harus dapat menjawab 6 pertanyaan penting


1. Apakah tinggi fundus uteri sesuai dengan perkiraan usia kehamilan



tfu


Apakah janin berada pada letak memanjang



letak pe


Bagaimana presentasi janin dalam uterus


Presentasi adalah bagian terendah janin yang menempati bagian bawah uterus.


Pada kehamiolan sekitar 30 minggu , 25%janin berada pada presentasi sungsang.


Setelah kehamilan 32 minggu, janin normal akan berada pada presentasi kepala



bokong


Apakah janin berada pada presentasi vertex ( belakang kepala)


vertex




  • Fleksi kepala sempurna
  • Dagu menempel bagian depan dada
  • Bagian terendah subocciput
  • Presentasi normal pada persalinan fisiologis per vagina.


ter



  • Kelainan sikap defleksi : Hiperekstensi kepala
  • Bagian terendah janin muka
  • Denominator : dagu
  • Pada dagu posterior tidak mungkin terjadi persalinan spontan pervaginam pada janin aterm

5. Bagaimana posisi janin


Posisi adalah hubungan antara bagian terendah janin (denominator ) dengan panggul ibu





rop


Bila janin pada posisi posterior ( occiput berputar kearah sacrum dan muka janin berputar kedepan ) maka persalinan akan berlangsung lebih lama


Pada presentase belakang kepala (vertex) yang terjadi pada proses persalinan normal per vaginam maka ubun ubun kecil berada dibagian anterior.




roa


6. Apakah kepala sudah engage


Yang dimaksud dengan engagemen adalah desensus diamater biparietal melalui pintu atas panggul


Cara paling mudah untuk menentukan jumlah bagian kepala yang masih berada diatas pintu atas panggul adalah dengan menilai berapa jari bagian kepala janin masih diatas simfisis. Bila kepala sudah engage, maka bagian kepala yang masih ada diatas simfisis adalah 2 jari ( 2/5 ) atau kurang.



engge


Engagemen biasanya terjadi saat inpartu dan apakah bagian terendah sudah masuk dalam pintu atas panggul atau belum dan sampai berapa jauh masuknya bagian terendah janin (presentasi) dalam pintu atas panggul digunakan pemeriksaan Leopold IV.



tang


Bagian terendah janin sudah masuk PAP Bagian terendah janin masih belum masuk PAP




PEMERIKSAAN VAGINA SELAMA KEHAMILAN



Pemeriksaan Vaginal Toucher selama kehamilan:



  • Memeriksa kemungkinan adanya tumor uterus atau ovarium
  • Identifikasi bagian terendah janin
  • Menilai maturitas servik saat kehamilan aterm
  • Menilai kapasitas panggul :

    • Menilai adanya penonjolan spina ischiadica
    • Mengukur conjugata diagonalis
    • Mengukur distansia intertuberosum


vt


Mengukur conjugata diagonalis :



kongjung


Menilai kapasitas pintu bawahpanggul : ( Distansia Interspinarum )






KUNJUNGAN PERTAMA PEMERIKSAAN KEHAMILAN





Seharusnya seorang wanita memeriksakan kehamilannya sedini mungkin untuk maksud yang sudah disebutkan dan untuk memperkirakan setepat mungkin usia kehamilan dan tanggal perkiraan persalinan.


Setelah pemeriksaan pertama kehamilan, dibuat perencanaan mengenai langkah – langkah pemeriksaan kehamilan lanjutan dan persiapan menghadapi persalinan


ANAMNESA :


1. RIWAYAT MENSTRUASI



  • Hari pertama haid terakhir
  • Lama dan regularitas siklus menstruasi
  • Riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal

2. RIWAYAT MEDIS



  • Riwayat pembedahan terutama prosedur ginekolog
  • Masalah anaestesi – kesulitan intubasi
  • Tranfusi darah ( dimana, kapan dan mengapa )
  • Alergi
  • Gangguan medik
  • Obat obat dan alergi obat
  • Tromboemboli
  • Kesehatan mental

3. RIWAYAT KELUARGA



  • Hipertensi
  • Diabetes
  • Kelainan kongenital
  • Kehamilan kembar
  • Trombo emboli

4. RIWAYAT SOSIAL



  • Situasi rumah , keluarga dan lingkungan
  • Status perkawinan
  • Status pekerjaan
  • Alkohol
  • Merokok
  • Penyalahgunaan obat

5. RIWAYAT OBSTETRI



  • Riwayat kehamilan, persalinan , nifas pada kehamilan yang telah lalu
  • Riwayat hasil kehamilan , jumlah anak , usia dan gender
  • Menentukan status kehamilan sekarang :


Usia gestasi : usia kehamilan yang dinyatakan dalam minggu dan dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT).


Usia janin : usia kehamilan yang dihitung sejak saat implantasi.


Gravid : hamil dan graviditas adalah jumlah total kehamilan (normal atau tak normal)


Paritas : jumlah persalinan mati atau hidup.


Graviditas dan paritas dalam kasus kehamilan/persalinan dinyatakan dalam :


G : … P(aritas) 1234



  • Jumlah persalinan aterm
  • Jumlah persalinan prematur/immatur
  • Jumlah abortus
  • Jumlah anak hidup


6. RIWAYAT KONTRASEPSI



  • Metode yang digunakan
  • Bila kontrasepsi hormonal : kapan dihentikan
  • Apakah ini kehamilan yang direncanakan
  • Waktu yang dibutuhkan sejak menginginkan kehamilan sampai terjadi kehamilan


7. FAKTOR RESIKO TINGGI



Tidak ada batasan umum yang dapat diterima semua pihak mengenai “kehamilan resiko tinggi”. Secara umum . dapat dikatakan bahwa ‘kehamilan resiko tinggi” adalah satu keadaan dimana dalam keadaan hamil :




    • Seorang wanita atau janinnya dalam situasi tertentu sehingga mudah menderita sakit tertentu atau meninggal
    • Kemungkinan terjadinya komplikasi penyakit lebih mudah terjadi dibandingkan dalam keadaan tidak hamil


Beberapa keadaan atau karakteristik yang dinamakan sebagai faktor resiko. Seorang dokter mengindentifikasi dan menilai faktor tersebut untuk menentukan derajat resiko pada wanita hamil tertentu atau janinnya sehingga dapat mengantisipasi dengan memberikan perawatan yangdiperlukan wanita hamil yang bersangkitan secara memadai.






Faktor Resiko Sebelum Kehamilan



Beberapa faktor resiko sudah ada sebelum seorang wanita menjadi hamil. Faktor resiko terdiri dari sejumlah karateristik fisik dan sosial wanita yang bersangkutan, masalah yang terjadi pada kehamilan sebelumnya dan beberapa kelainan tertentu yang sudah terjadi sebelumnya.


Karakteristik Fisik :


USIA


Usia 15 tahun atau kurang – Kehamilan pada usia yang amat muda ini memiliki beberapa resiko kehamilan , resiko ini akan menjadi sangat tinggi terutama bila pasien berasal dari kalangan sosial ekonomi rendah dimana akses pada pelayanan kesehatan amat terbatas.



  • Preeklampsia atau eklampsia
  • Persalinan preterm
  • Anemia
  • Bayi dengan berat badan lahir rendah
  • Distosia

Usia 35 tahun atau lebih – Kehamilan pada rentang usia ini rentan terhadap beberapa masalah kesehatan yang bersifat menahun seperti hipertensi, diabetes gestasional, memili janin dengan kelainan kromosom ( sindroma Down ), dan melahirkan janin mati.


Selain itu kehamilan pada usia “ tua “ sering mengalami komplikasi kehamilan dan persalinan seperti misalnya :



  • Pre eklampsia eklampsia
  • Solusio plasenta
  • Plasenta previa
  • Distosia



BERAT BADAN


Berat badan kurang dari 50 kg – wanita hamil dengan berat badan yang kurang dari 50 kg sebelum kehamilan cenderung memiliki janin dengan kecil masa kehamilan dan persalinan preterm.



Obesitas – wanita hamil dengan berat badan yang amat berlebihan cenderung :



  • Memiliki bayi yang besar
  • Mengalami persalinan sulit
  • Menderita diabetes gestasional
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Menderita pre eklampsi
  • Mengalami kehamilan postmatur ( lebih dari 42 minggu )
  • Menjalani persalinan dengan sectio caesar



TINGGI BADAN


Tinggi badan < 145 cm – Wanita dengan tinggi badan kurang dari 145 cm cenderung memiliki panggul dengan ukuran sempit sehingga gerakan janin melalui panggul dan vagina selama persalinan menjadi sulit. Komplikasi kehamilan dan persalinan :



  • Distosia bahu
  • Persalinan preterm
  • PJT – Pertmbuhan janin terhambat



ABNORMALITAS ORGAN REPRODUKSI


Abnormalitas struktur uterus atau servik antara lain uterus duplek – inkompetensia servik – mioma uteri – kista ovarium dapat meningkatkan resiko terjadinya kesulitan kehamilan persalinan sebagai berikut :



  • Persalinan sulit
  • Abortus
  • Posisi abnormal
  • Persalinan dengan sectio caesar



KARAKTERISTIK SOSIAL


Wanita tidak menikah – Sosial ekonomi rendah – meningkatkan resiko kehamilan dan persalinan. Alasan yang dapat menjelaskan hal ini sangat tidak jelas namun seringkali terkait erat dengan karakteristik lain yang dijumpai pada wanita yang masuk kedalam kelompok ini. Sebagai misalnya mereka lebih banyak merokok atau minum alkohol dibandingkan mengkonsumsi diet yang sehat, jauh dari jangkauan aparat kesehatan, cenderung memiliki gangguan psikologi dan emosi yang tinggi .




MASALAH PADA KEHAMILAN DAN PERSALINAN SEBELUMNYA


Pada wanita dengan riwayat buruk pada kehamilan atau persalinan yang lalu ( “ bad obstetric history “) cenderung akan mengalami peristiwa obstetrik ulangan serupa pada kehamilan yang berikutnya. Masalah tersebut antara lain :



  • Bayi preterm
  • Bayi dengan berat badan lahir rendah
  • Bayi dengan kelainan kongenital
  • Abortus
  • Persalinan posmatur
  • Persalinan dengan bayi besar
  • Inkompatibilitas Rhesus yang memerlukan tranfusi pada neonatus
  • Persalinan dengan sectio caesar
  • Persalinan yang berakhir dengan stillbirth ( kematian sekitar persalinan )
  • Perdarahan pasca persalinan akibat atonia uteri




FAKTOR RESIKO YANG TERJADI SELAMA KEHAMILAN


clip_image001clip_image001[1]clip_image001[2] Selama kehamilan, dapat terjadi masalah atau kondisi yang berkembang sehingga kehamilan menjadi memiliki resiko tinggi. Seperti misalnya wanita hamil yang terpapar pada bahan material tertentu yang bersifat teratogen seperti bahan kimia tertentu, obat, infeksi . Atau terjadi gangguan tertentu yang terkait dengan kehamilan itu sendiri.


Obat – obat / bahan yang berpengaruh terhadap janin :



  • Isotretinoin – obat jerawat
  • Antikonvulsan – lithium
  • Antibiotika – streptomycin , kanamycin an tetracyclin
  • Thalidomid
  • Warfarin
  • ACE (angistensin converting enzym) inhibitor – bila dikonsumsi pada trimester ke II dan III
  • Blokade asam folat – methotrexate , trimethoprim
  • Alkohol – sindroma fetal alcohol
  • Cocain – solusio plasenta, persalinan preterm dan stillbirth
  • Merokok – persalinan preterm, plasenta previa, solusio plasenta, ketuban pecah dini, pertumbuhan janin terhambat – PJT , gangguan kepribadian anak dan mental retardasi.

KOMPLIKASI KEHAMILAN YANG TIDAK BERKAITAN LANGSUNG DENGAN KEHAMILAN



  • Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi
  • Penyakit yang memerlukan pembedahan abdomen
  • Penyakit akibat perubahan yang terjadi selama kehamilan :

    • Tromboemboli
    • Anemia
    • Infeksi traktus urinarius

KOMPLIKASI KEHAMILAN YANG BERKAITAN LANGSUNG DENGAN KEHAMILAN


Penyakit atau kelainan yang dapat berpengaruh secara langsung pada ibu dan anak selama kehamilan dan persalinan.



  • Plasenta previa
  • Solusio plasenta
  • Kelainan letak







PEMERIKSAAN FISIK PADA KUNJUNGAN PERTAMA



orang


Gambar diatas memperlihatkan pemeriksaan yang dianjurkan untuk dilakukan pada pemeriksaan kehamilan. Namun dengan kecenderungan spesialistik yang semakin meningkat maka pemeriksaan auskultasi jantung dan paru serta pemeriksaan gigi dan payudara sudah tak lagi dilakukan di klinik antenatal oleh karena pemeriksaan tersebut masuk kedalam sistem medik yang lain


Sejumlah aspek pemeriksaan pertama obstetrik yang sebelumnya rutin dikerjakan sebagai bagian dari pemeriksaan sudah tidak lagi dikerjakan oleh klinik anatenatal seperti misalnya pemeriksaan hapusan papaniculoau dan pemeriksaan vaginal , namun pada sebagian kasus pemeriksaan diatas masih dianggap perlu untuk dikerjakan.


Disejumlah pusat kesehatan, pencitraan ultrasonografi menjadi semakin populer dan dikerjakan sebagai bagian dari program skrining trimester pertama kehamilan.




usg 2


Manfaat pencitraan ultrasonografi rutin pada pemeriksaan kehamilan:



  1. Konfirmasi kehamilan
  2. Konfirmasi dini viabilitas dan perkembangan mudigah
  3. Menyingkirkan dan mengindentifikasi kehamilan kembar
  4. Identifikasi usia kehamilan lebih akurat
  5. Melihat adanya kelainan kongenital major secara dini








Salah satu tujuan perawatan antenatal adalah memungkinkannya proses surveillance terhadap semua kehamilan sehingga dapat melakukan deteksi komplikasi sedini mungkin.


Di negara berkembang, banyak ibu hamil yang tidak memperoleh perawatan antenatal yang memadai dan hal ini dapat menyebabkan akibat yang serius.


TUJUAN PERAWATAN ANTENATAL



  1. Ibu hamil mencapai akhir kehamilan dalam keadaan sehat atau bahkan lebih sehat dibandingkan masa sebelum hamil.
  2. Deteksi dan terapi dini masalah fisik atau psikologi yang muncul selama kehamilan.
  3. Pencegahan dan deteksi dini serta penatalaksanaan yang memadai terhadap komplikasi kehamilan.
  4. Persalinan bayi yang sehat.
  5. Memberikan kesempatan pada ibu dan atau keluarga untuk melakukan diskusi mengenai hal-hal yang mencemaskan atau mengkhawatirkan dalam kehamilan maupun persalinan.
  6. Informasi pada ibu hamil mengenai rencana penatalaksanaan kehamilan dan persalinan berikut alasannya secara terinci.
  7. Pasangan suami istri dipersiapkan untuk menghadapi proses persalinan, perawatan bayi termasuk pemberian informasi mengenai gizi, perawatan anak dan keluarga berencana.

American Academy of Pediatrics dan American College of Obstetricians and Gynecologist (2002) memberikan batasan mengenai prenatal care sebagai :


“A comprehensive antepartum care program that involves a coordinated approach to medical care and psychosocial support that optimally begins before conception and extends throughout the antepartum periode”


Program komprehensif ini terdiri dari :



  1. Pelayanan prakonsepsi
  2. Menegakkan diagnosa kehamilan
  3. Perawatan prenatal awal
  4. Perawatan pada kunjungan prenatal lanjutan





PERHITUNGAN USIA KEHAMILAN dan TANGGAL PERKIRAAN PERSALINAN


Perhitungan usia kehamilan


A. Kalender kehamilan


Kehamilan pada manusia secara normal berlangsung selama 280 hari atau 40 minggu sejak HPHT-hari pertama haid terakhir. Perhitungan lain adalah berdasarkan saat ovulasi terakhir, yaitu selama 266 hari atau 38 minggu.


Perhitungan termudah adalah menggunakan kalender kehamilan atau “kalkulator kehamilan”.


B. Parameter klinik



  1. Ukuran uterus
  2. “Quickening”
  3. Mulai terdengarnya Detik Jantung Janin
  4. Ultrasonografi


Penentuan tanggal persalinan ( rumus Nägele )


EDC (estimated date of confinement) ditentukan secara matematik dengan menggunakan rumus Nägele ( dari tanggal HPHT, bulan dikurangi 3 dan tanggal ditambah 7)


Hanya berlaku untuk haid dengan siklus 28 hari dan yang terjadi secara spontan (bukan melalui “withdrawal bleeding” ) bukan pengguna kontrasepsi hormonal.


Pada pasien dengan fase proliferasi yang lebih panjang, tambahkan selisih hari dengan nilai 7 untuk penentuan tanggal.





PERAWATAN PRAKONSEPSI


Sekitar separuh peristiwa kehamilan berlangsung dengan perencanaan yang baik. Pengetahuan mengenai kesehatan diri dan suami sangat perlu bagi pasangan yang menghendaki kehamilan. Merubah gaya hidup untuk jangka waktu tertentu dapat memperbaiki status kesehatan, mempermudah terjadinya proses kehamilan dan menurunkan resiko abortus atau kelahiran bayi cacat.


Hal – hal yang perlu memperoleh perhatian adalah :



  1. Status Kesehatan umum – Berat badan, tekanan darah , penyakit sistemik lain
  2. Diet – Makanan sehari-hari yang segar dan menghindari sejauh mungkin konsumsi makanan olahan. Dengan diet yang seimbang maka tak perlu lagi dibutuhkan suplemen makanan.
  3. Berat badan – Berat badan kurang akan menyebabkan infertiliti dan lahirnya bayi yang kecil atau memiliki abnormalitas. Berat berlebihan dapat meningkatkan resiko kehamilan. Kehamilan hendak terjadi pada berat badan yang ideal. Diet ketat dapat mengurangi asupan sejumlah nutrien penting.
  4. Olah ragaOlah raga secara teratur dapat memperbaiki status kesehatan
  5. Merokok dan alkohol – Hentikan kebiasaan merokok baik diri sendiri atau pasangan untuk memperbaiki status reproduksi. Menghentikan kebiasaan minum alkohol akan menyelamatkan bayi dari pengaruh yangtidak baik bagi kehamilan
  6. Obat Hanya mengkonsumsi obat yang benar – benar diperlukan dan aman bagi kehamilan. Bila anda secara regular meminum obat yang diberi atas petunjuk dokter, tanyakan apakah jenis obat harus diganti bila anda sewaktu – waktu menjadi hamil
  7. Lingkungan yang berbahaya – Usahakan untuk menghindari paparan polusi udara akibat lalu lintas jalan raya, bahan kimia dan polutan lain. Sejumlah polutan berkaitan erat dengan abortus dan kelainan kongenital
  8. Infeksi – Disarankan untuk mengetahui status imunologi terhadap Rubella sebelum hamil dan mendapatkan imunisasi bila imunitas terhadap Rubella sangat rendah. Bila pasien mengkhawatirkan menderita penyakit menular seksual, lakukan pemeriksaan dan berikan terapi secara memadai.
  9. Kontrasepsi – Hindari penggunaan kontrasepsi hormonal sekurang-kurangnya selama 3 bulan sebelum menghendaki kehamilan.
  10. Psikologis dan finansial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.